Sunday, October 26, 2008

IDOLAKU MUHAMMAD SAW
www.majelisrasulullah.org
WAHAI IDOLAKU MUHAMMAD SAW
Dalam artikel ini Insya Allah saya akan terus meluncurkan riwayat-riwayat mengenai
Sang Nabi saw, untuk menambah pengetahuan para pengunjung website ini dan
menambah kecintaan kita kepada beliau saw, perlu kita fahami bahwa wajah Sang
Idola saw adalah wajah yang dipenuhi cahaya kelembutan dan kasih sayang, karena
beliau adalah pembawa Rahmat bagi sekalian alam, maka wajah beliau penuh kasih
sayang, demikian pula ucapan beliau saw, perangai, tingkah laku, dan bahkan
bimbingan beliau saw pun penuh dengan kasih sayang Allah swt.
Seorang lelaki bertanya kepada Albarra’ bin Azib ra :
“Apakah wajah Rasul saw seperti pedang ?” (bukankah beliau banyak berperang,
apakah wajahnya bengis bak penguasa kejam?),
maka menjawablah Albarra’ bin Azib ra :
“Tidak.. tapi bahkan wajah beliau bagai Bulan Purnama..”, (kiasan tentang betapa
lembutnya wajah beliau yang dipenuhi kasih sayang) (Shahih Bukhari hadits no.3359,
hadits serupa Shahih Ibn Hibban hadits no.6287).
Diriwayatkan oleh Jabir bin samurah ra :
“Wajah beliau saw bagaikan Matahari dan Bulan” (Shahih Muslim hadits no.2344,
hadits serupa pada Shahih Ibn Hibban hadits no.6297),
demikian pula riwayat Sayyidina Ali.kw, yang mengatakan :
“Seakan akan Matahari dan Bulan beredar di wajah beliau saw”. (Syamail Imam
Tirmidzi),
demikian pula diriwayatkan oleh Umar bin khattab ra bahwa “Rasul saw adalah
manusia yang bibirnya paling indah”.
Al Imam Alhafidh Syeikh Abdurrahman Addeba’I mengumpulkan ciri ciri sang Nabi
saw:
“Beliau saw itu selalu dipayungi oleh awan dan diikuti oleh kabut tipis, hidung
beliau saw lurus dan indah, Bibirnya bagaikan huruf Miim (kiasan bahwa bibir
beliau tak terlalu lebar tak pula sempit dan sangat indah), Kedua alisnya bagaikan
huruf Nuun, (kiasan bahwa alis beliau itu tebal dan sangat hitam dan bersambung
antara kiri dan kanannya)”.
Dari Abi Jahiifah ra :
“Para sahabat berebutan mengambil telapak tangan beliau dan mengusapkannya
di wajah mereka, ketika kutaruh telapak tangan beliau saw diwajahku ternyata
telapak tangan beliau saw lebih sejuk dari es dan lebih wangi dari misik” (Shahih
Bukhari hadits no.3360).
Berkata Anas ra :
“Tak kutemukan sutra atau kain apapun yang lebih lembut dari telapak tangan
Rasulullah saw, dan tak kutemukan wewangian yang lebih wangi dari keringat
dan tubuh Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.3368).
“Kami tak melihat suatu pemandangan yang lebih menakjubkan bagi kami selain
Wajah Nabi saw”. (Shahih Bukhari hadits no.649 dan Muslim hadits no.419)
“Ketika perang Uhud wajah Rasul saw terluka dan mengalirkan darah segar,
maka putrinya yaitu Sayyidah Fathimah ra mengusap darah tersebut dan
Sayyidina Ali kw memegangi beliau saw, namun ketika terlihat darah itu terus
mengalir, maka diambillah tikar dan dibakar, maka debunya ditaburkan diluka itu,
maka darahpun terhenti”. (Shahih Bukhari hadits no.2753).
Dari anas bin malik ra :
“Dan saat itu dirumah hanya aku, ibuku dan bibiku, lalu selepas shalat beliau
berdoa untuk kami dengan kebaikan Dunia dan Akhirat, lalu Ibuku berkata :
“doakan pelayanmu ini wahai Rasulullah..” (maksudnya Anas ra),
maka Rasul saw mendoakanku dan akhir doanya adalah : “Wahai Allah Perbanyak
Hartanya dan keturunannya dan berkahilah” (Shahih Muslim hadits no.660).
“Dan beliau saw itu adalah manusia yang terindah wajahnya, dan terindah
akhlaknya” (Shahih Bukhari hadits no.3356) .
“Dan beliau saw itu adalah manusia yang termulia dan manusia yang paling
dermawan, dan manusia yang paling berani saw” (Shahih Bukhari hadits no.5686).
Dari Abu Hurairah ra :
“Wahai Rasulullah.., bila kami memandang wajahmu maka terangkatlah hati kami
dalam puncak kekhusyu’an, bila kami berpisah maka kami teringat keduniawan,
dan mencium istri kami dan bercanda dengan anak anak kami” (Musnad Ahmad
Juz 2 hal.304, hadits no.8030 dan Tafsir Ibn katsir Juz 1 hal.407 dan Juz 4 hal.50).
Siang dan malam seluruh Ummat ini ruku dan sujud, bermilyar wajah menyungkur
sujud kehadirat Nya hingga akhir zaman, mereka mensucikan Nama Nya yang Maha
Tunggal, merekalah yang selalu dalam naungan Rahmat dan keridhoan Nya,
Sebagaimana sabda beliau saw : “Dijadikan kesenanganku adalah shalat”. Shalat
merupakan Ibadah yang paling dicintai oleh beliau saw, dan “Shalat adalah Cahaya”,
demikian sabda beliau saw pula mengenalkan Indahnya shalat, suatu ibadah yang
diawali dengan Takbiratul Ihram yang membuka gerbang penghadapan dengan Rabbul
‘alamin, lalu lantunan kalimat-kalimat surat Alfatihah yang bila dibaca dengan khusyu
maka setiap kalimat itu dijawab oleh Raja Alam Semesta, lalu lantunan kalimatullah itu
menerangi seluruh alam sanubarinya, meruntuhkan dosa-dosanya, lalu ia ruku’,
bertasbih kepada Nya, bertakbir, bertahmid, lalu bersujud dibawah Naungan
Kelembutan dan Kasih Sayang Nya, alangkah indahnya ibadah yang satu ini, suatu
ibadah yang terangkai dari hampir seluruh bentuk Ibadah, Wudhu, Niat Mulia, Doa,
Alqur’an, Takbir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istighfar, Ruku’, Sujud, khusyu,
Tuma’ninah….., itulah shalat.., Ibadah yang paling sempurna.
Demikianlah ummat ini melakukannya siang dan malam untuk sumpah baktinya
kepada Allah Pencipta Alam Semesta, Namun dalam Ibadah yang Multi Sempurna
ini…, tak luput…., tak luput…, tak luput…., tak seorangpun melakukan shalat terkecuali
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…
diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…
dan diwajibkan Nya bershalawat pada Muhammad saw…
“Salam Sejahtera atasmu wahai Nabi dan Rahmat Allah dan keberkahan Nya….”,
kalimat ini merupakan kalimat yang diwajibkan Allah yang harus ada dalam Ibadah
termulia ini.. Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?,
Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id bin Ma’la ra sedang shalat dan ia mendengar panggilan
Rasul saw memanggilnya, maka Abu Sa’id meneruskan shalatnya lalu mendatangi
Rasul saw dan berkata : Aku tadi sedang shalat Wahai Rasulullah.., maka Rasul saw
bersabda : “Apa yang menghalangimu dari mendatangi panggilanku?, bukankah Allah
telah berfirman “WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN DATANGILAH
PANGGILAN ALLAH DAN RASUL NYA BILA IA MEMANGGIL KALIAN”.(Al Anfal
24). (Shahih Bukhari hadits no.4204, 4370, 4426, 4720). Dan bahwa mendatangi
panggilan Rasul saw ketika sedang shalat tak membatalkan shalat, dan mendatangi
panggilan beliau lebih mesti didahulukan dari meneruskan shalat, karena panggilan
beliau adalah Panggilan Allah swt, perintah beliau saw adalah perintah Allah swt, dan
ucapan beliau saw adalah wahyu Allah swt...
Masih kah kita mengingkari kemuliaan Sang Nabi saw?, Diriwayatkan pula disaat
perang Hunain selesai, Rasul saw memberi pada Sofwan 100 ekor unta, lalu 100 ekor
lagi dan 100 ekor lagi, berkata Sofwan : “Sungguh Ia (Rasul saw) adalah orang yang
paling kubenci, namun ia tak henti hentinya memberiku sampai ia menjadi orang yang
paling kucintai” (Shahih Muslim hadits no.2313). Alangkah penyantunnya Nabi kita ini,
bukanlah kecintaan Sofwan karena pmberian harta, namun kebenciannya luntur
menghadapi manusia mulia yang memberinya dan saat ia tak berterimakasih justru ia
ditambah lagi.. dan lagi…, tidak pernah kita temukan seorang dermawan dimuka Bumi
yang setelah ia memberi dan yang diberi tak berterimakasih malah ia menambahnya
lagi dan lagi, dan sesekali bukanlah barang yang murah, karena harga seekor Unta
hampir menyamai 40 ekor kambing, dan beliau memberikannya 100 ekor onta, dan
Sofwan tak berterimakasih dan tetap membencinya, beliau menambahnya lagi 100
ekor unta, lalu menambah lagi 100 ekor unta, lunturlah Sofwan.. ia lebur.. tak ada lagi
yang lebih dicintainya selain Muhammad saw..
“SUNGGUH ALLAH DAN PARA MALAIKAT MELIMPAHKAN SHALAWAT ATAS
NABI (saw) WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, BERSHALAWATLAH
KALIAN KEPADANYA DAN BERSALAM LAH DENGAN SEMULIA MULIA SALAM”
(QS Al Ahzab-56)

No comments: